Puskemas Pengadegan dalam menyikapi perkembangan kasus Corona ini telah melakukan upaya-upaya edukasi dan penyuluhan pada masyarakat sejak sebelum ditemukan kasus di Indonesia, yaitu sejak bulan Febuari 2020 hingga saat ini dengan memanfaatkan pertemuan-pertemuan koordinasi, bimbingan teknis, dan penyuluhan-penyuluhan program yang harus  menyertakan materi edukasi tentang Corona. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengendalikan faktor resiko, dan mencegah kepanikan.

Selanjutnya di pertengahan Maret 2020 dengan ditemukan kasus postif di Indonesia  maka  upaya-upaya tanggap yang dilakukan di Puskesmas Pengadegan lebih terkoordinasi dan sistematis. Upaya-upaya tersebut antara lain:

  • Membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) Covid 19 Puskesmas Pengadegan pada pertengahan Maret 2020
    • Tim ini bertugas mengkoordinasikan segala hal yang diperlukan dalam penanganan kasus covid 19
  • Meningkatkan kegiatan survailance-pengamatan
    • Pengamatan  terhadap kunjungan puskesmas dengan diagnosa Pneumonia dan Bronkhitis-Batuk pilek-demam,
    • Pengamatan dan laporan dari masyarakat,
    • dan umpan balik laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga
  • Meningkatkan upaya keamanan dan keselamatan bagi petugas dalam memberikan pelayanan pada situasi covid 19
    • Hal-hal yang dilakukan dalam rangka meningkatkan keamanan dan keselamatan petugas adalah Mewajibkan setiap petugas harus disiplin menggunakan APD sesuai rekomendasi tim PPI Puskesmas Pengadegan, Membuka poli batuk pilek demam, Melakukan skrening pengunjung puskesmas, Mewajibkan setiap pengunjung puskesmas harus cuci tangan saat datang dan pulang puskesmas, Menerapkan physical distancing dalam pelayanan yaitu dengan mengatur jarak duduk ruang tunggu dan ruang pelayanan.
  • Meningkatkan imunitas dan stamina petugas
    • Upaya meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh petugas dilakukan dengan memberikan suplemen vitamin kupada masing-masing karyawan Puskesmas Pengadegan
  • Mengupayakan ketersedian logistik alat pelindung diri (APD) bagi petugas
    • Melakukan perubahan kegiatan anggaran setelah konsultasi ke dinas Kesehatan kabupaten, serta menerima donasi-bantuan dalam bentuk barang APD (Alat Pelindung Diri) dari pihak donatur.
  • Meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang Corona dan upaya yang bisa dilakukan dalam mencegah penyebaran
    • Edukasi pada masyarakat dilakukan melalui surat edaran dan himbauan kepala Kepada Desa, media promosi berupa flyer, leaflet, poster, video edukasi covid19 yang dipublikasi melalui siaran keliling maupun media sosial (Website, Instagram, Facebook).
  • Meningkatkan koordinasi dengan unsur lintas sektor dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanganan kasus covid 19
    • Koordinasi dengan linsek dilakukan melalui lokakarya mini tri bulanan, koordinasi penanganan kasus positif covid 19 (setiap ditemukan kasus positif dilakukan koordinasi persiapan dan evaluasi penanganan).
  • Meningkatkan pemeliharaan lingkungan kerja
    • Upaya meningkatkan pemeliharaan lingkungan kerja dilakukan dengan meningkatkan kebersihan lingkungan Puskesmas, melakukan desinfeksi pada permukaan bidang yang resiko kontak dengan pengunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.